Perubahan di era tranformasi semakin meningkat.  Dunia industri diperkiraan pada tahun 2030 akan tergantikan dengan mesin. Termasuk dunia industri di Indonesia. Diprediksi, bahwa nantinya Indonesia akan kehilangan 25 persen dari sektor dunia industri akibat adanya digitalisasi. Dari alasan tersebut, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) melalu Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi menggelar Program Magang dan Studi Independen Bersertifikat (Microcredential)  melalui siaran langsung (live) Instagram @magangmerdeka pada Kamis, 24 Juni 2021.

Peserta yang mengikuti kegiatan ini sekitar 490 orang, yang terdiri dari mahasiswa, dosen, dan masyarakat seluruh Indonesia. Program Magang dan Studi Independen Bersertifikat ini merupakan salah satu program dari Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) yang menjembatani mahasiswa semester 5 dan 7 untuk lebih siap dalam menghadapi karir masa depannya dan mengasah kemampuan mahasiswa sesuai bakat dan minat dengan terjun langsung ke dalam dunia kerja yang akan mendatang.

Dalam Program Studi Independen Bersertifikat ini, mahasiswa dilatih selama 1- 2 semester untuk belajar fitur skill yang diantaranya adalah digital skill.  Tujuan kegiatan ini  agar mahasiswa lebih baik ketika berkarir yang pada akhirnya akan diperioritaskan untuk bekerja di perusahaan. Dari persoalan tersebut, tema yang diambil dalam pembicaraan kegiatan ini adalah “Mantap Menatap Masa Depan dengan Digital Skill”. Acara ini  dipandu oleh Handrich dengan tiga pemateri  profesional di bidangnya, yaitu Yunita Priyoningsih selaku Sub Kordinator Pembelajaran khusus Direktorat Pembelajaran Kemahasiswaan, Rayi Pradono selaku ICT Talent ED Manager Huawai Indonesia dan Caron Toshiko selaku Head of Programme Skilvul.com.

Menurut Yunita Priyoningsih selaku Sub Kordinator Pembelajaran khusus Direktorat Pembelajaran Kemahasiswaan bahwa “Program Studi Independen Bersertifikat ini, khususnya dalam digital telent memang erat sekali dengan belajar IT atau ilmu komputer. Meski demikian, peserta dalam kegiatan ini tidak hanya mahasiswa yang memiliki latar belakang IT saja yang bisa mengikuti program ini. Akan tetapi, mahasiswa dari jurusan lain yang memang memiliki keahlian di bidang tersebut juga bisa mengikuti. Dengan demikian, saat peserta lulus dari kegiatan ini, ketika mereka memasuki dunia kerja, mereka tidak mulai dari nol”.

Rayi Pradono selaku ICT Talent ED Manager Huawai Indonesia menambahkan bahwa “Peran perusahaan sangatlah penting dalam menyukseskan Program Studi Independen Bersertifikat ini, tidak cukup hanya sekedar kuliah saja untuk menguasai digital skill ini. Akan tetapi, butuh proses yang panjang agar bisa terampil dalam digital skill. Program ini merupakan program yang baik sebagai sistem pembelajaran terpadu”. (izam)