Selama ini, peran perguruan tinggi dalam menyiapkan mahasiswa untuk terjun ke dunia profesi sangatlah penting. Sebenarnya perguruan tinggi harus saling bergandengan tangan dalam menyiapkan kompetisi para mahasiswa. Akan tetapi, pada kenyataan yang ada di lapangan. mahasiswa terlalu nyaman berada dalam kampus, kelas, ataupun di perpustakaan. Padahal dunia kerja itu ada di luar kampus. Agar mahasiswa siap di dunia kerja dan terlibat langsung dalam proses belajar. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Kemendikbudristek) merintis Program Magang dan Studi Independen Bersertifikat secara daring melalui platform Instagram (@magangmerdeka pada Kamis, 1 Juli 2021.
Bertema “Magang di Rumah Rakyat hingga Perusahaan Multinasional” kegiatan ini mendapatkan apresiasi dari ratusan peserta yang hadir dalam kegiatan ini yaitu mahasiswa dan dosen. Kegiatan ini dilaksanakan pada pukul 19.30 WIB. Narasumber pada kegiatan ini juga tak tanggung-tanggung, dengan mendatangkan Nizam selaku Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Indra Iskandar selaku Sekertaris Jenderal DPR-RI, Yanuar Kurniawan selaku Telent and Cuture Lazada Indonesia dan pemandu kegiatan ini yaitu Nurhadi selaku Ketua Sub Pokja Magang dan Studi Independen Bersertifikat.
Dalam Program Magang dan Studi Independen Bersertifikat ini, mahasiswa diberikan kesempatan untuk mengembangkan passion-nya di perusahaan multinasional. Lazada misalnya memberikan pengalaman mahasiswa untuk menjadi legislator muda di gedung DPR. Tentunya nanti mahasiswa akan didampingi oleh mentor dari perusahaan yang berpengalaman di bidangnya dan dibimbing oleh dosen dari perguruan tinggi. “Melalui program ini, mahasiswa dapat menemukan jati diri, passion dan orientasi kedepannya untuk menemukan masa depan sesuai dengan potensinya”. Ujar Nizam selaku Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi.

Menurut Nizam selaku Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, bahwa SKS adalah kumpulan kompetensi mahasiswa yang diperoleh atas effort yang dilakukan dengan bimbingan mentor. Jadi, ada SKS yang bisa disetarakan dan ada juga yang tidak bisa disetarakan dengan matakuliah. Dengan demikian, kesarjanaan merupakan serangkaian kompetensi yang dibutuhkan mahasiswa dalam dunia kerja. “Kalau tinggal 10 sks ambil magang bisa ? Tidak masalah karena 144 sks itu minimum dan magang yang diakui hingga 20 sks. Jadi rugi kalau mahasiswa tidak serius”. Tegas Nizam.
Indra Iskandar selaku Sekertaris Jenderal DPR-RI juga memberikan arahan kepada mahasiswa bahwa nantinya mahasiswa akan ditempatkan pada dua program besar yaitu parlemen training dan big data. Dalam parlemen training, mahasiswa akan belajar dengan sistem, mekanisme kerja, dan pelaksanaan. Nantinnya mahasiswa juga akan mengenal DPR secara komprehensif. Kemudian mahasiswa akan dibagi dalam kelompok tertentu secara bergiliran melihat alat kelengkapan bagaimana DPR memutuskan masalah pada saat berhadapan dengan Lembaga Eksekutif. Kemudian juga terdapat program big data. Mahasiswa nantinya akan melakukan perancangan big data yang menjadi pusat informasi di DPR. “Mahasiswa diharapkan serius dalam melaksanakan proses magang ini, karena nantinya yang dinilai adalah kemauan dan kemampuan mahasiswa”. Ungkap Indra.
Telent and Cuture Lazada Indonesia, Yanuar Kurniawan mengatakan bahwa mahasiswa yang magang di Lazada akan praktik sebanyak 70% di 30 tempat passion yang disediakan Lazada misalnya marketing, entrepreneurship, dan lain-lainnya. 20 % untuk evaluasi atau feedback kegiatan mahasiswa yang dilakukan oleh mentor.. Kemudian 10 % nantinya mahasiswa mengikuti seminar atau workshop oleh senior dari Lazada. “Tentunnya agar bisa lolos dalam magang di Perusahaan Lazada, mahasiswa harus memiliki kriteria yaitu mahasiswa yang pro aktif, mempunyai problem solving yang baik, komunikasi yang baik, tidak mudah menyerah dan refleksi yang baik”. Tegas Yanuar. (izam)